Showing posts with label Agama. Show all posts
Monday, August 15, 2016
33 Fakta Menarik dan Mencengangkan Tentang Islam - Bagian Kedua (Selesai)
![]() |
| Tilawah Al-Quran, Mengaji |
Halaman ini adalah bagian kedua dari artikel "33 Fakta Menarik dan Mencengangkan Tentang Islam".
Sebelum Anda membaca bagian ini kami harap Anda sudah membaca bagian pertama. Jika belum, silakan klik DI SINI.
Baiklah, tanpa banyak basa-basi langsung saja kita lanjutkan 20 fakta yang tertunda tentang Islam.
Sebelum Anda membaca bagian ini kami harap Anda sudah membaca bagian pertama. Jika belum, silakan klik DI SINI.
Baiklah, tanpa banyak basa-basi langsung saja kita lanjutkan 20 fakta yang tertunda tentang Islam.
14. Vladimir The Great, Pangeran Kiev, pernah bingung memilih antara agama Kristen atau Islam untuk dianut. Lalu ia mengirim utusan untuk mempelajari kedua agama tersebut. Tapi setelah mendengar bahwa Islam melarang alkohol, ia memilih kristen dan dibaptis.
15. Ada sebuah situs ziarah di Sri Lanka yang menjadi tempat suci untuk empat agama. Dianggap sebagai "jejak suci": Hindu, Islam, Budha dan Kristen.
16. Pada 1492, monarki Katolik Spanyol mengeluarkan dekrit melarang semua orang Yahudi di Spanyol. Sultan Bayezid, seorang Muslim, mengirim angkatan laut Utsmaniyah (Kesultanan Turki) ke Spanyol untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi dari penindasan Spanyol.
17. Burkini adalah jenis baju renang untuk wanita Muslim, yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
18. Pada tahun 2001, Paus Yohanes Paulus II masuk kemesjid dan berdoa, bahkan dia mencium Alquran untuk memperbaiki hubungan dengan Islam.
19. Dalam Islam, seorang pria boleh menceraikan istrinya sebanyak tiga kali (talak tiga), dan jika dia ingin menikahinya kembali maka dia harus menunggu si perempuan menikah dengan lelaki lain, dan lalu bercerai.
20. Iran menghukum warganya dengan hukuman mati jika mereka memutuskan mengubah agama mereka dari selain Islam (murtad).
21. Menurut Islam, Injil dianggap sebagai wahyu dari Allah yang telah dirusak oleh orang-orang. Muhammad datang membawa wahyu (Alquran) untuk memperbaiki penyimpangan ini.
22. Pada tahun 2050 Umat Islam akan sama banyaknya dengan umat kristiani di dunia.
![]() |
| I'tikaf |
23. Selama Perang Dunia ke-2, Masjid Paris membantu orang Yahudi melarikan diri dari Nazi dengan memberikan identitas muslim.
24. Mariam (Maria/Mary) lebih banyak disebut namanya di dalam Alquran daripada di dalam kitab pernjanjian baru.
25. Kucing merupakan hewan yang dihormati dalam Islam, karena Nabi Muhammad SAW mencintainya.
26. Di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Sudan, Brunei, Qatar, dan beberapa negara Islam lain, orang-orang yang meninggalkan Islam dan masuk agama lain (murtad) bisa dikenakan hukuman mati.
27. Salah satu rukun iman dalam Islam adalah percaya kepada malaikat (bukan peri atau angels).
28. Pada tahun 2006, FBI memasukkan mata-mata yang berpura-pura menjadi seorang Muslim radikal di masjid, dan kaum Muslim di masjid melaporkan dia ke FBI.
29. Ada tempat kosong di samping makam Nabi Muhammad, disediakan untuk Isa Al-Masih (Yesus).
30. Dalam hukum Islam, pencurian dan/atau perampokan tanpa membunuh bisa dikenakan hukuman pemotongan tangan atau kaki.
31. Bunuh diri adalah kejahatan dalam hukum Islam. Upaya melakukan bunuh diri bisa dikenakan tuntutan hukum.
Baca juga artikel menarik lainnya:
Bolehkah Berwudhu Dimulai dari Kaki? Ini Penjelasannya
Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
Bolehkah Berwudhu Dimulai dari Kaki? Ini Penjelasannya
Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
32. Islam mempercayai roh kita akan dibangkitkan kembali setelah kematian. Berbeda dengan kepercayaan orang-orang pra-islam yang tidak mempercayainya. Menurut mereka kematian adalah akhir.
33. Islam adalah agama sempurna dan berlaku universal. Ia sudah dikabarkan berkali-kali sebelumnya melalui para nabi seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa Al-Masih (Yesus).
33 Fakta Menarik dan Mencengangkan Tentang Islam
![]() |
| Ka'bah, Mekkah |
Di tengah gencarnya dunia barat menuduh Islam sebagai agama teroris, pelanggar HAM, musuh orang-orang beradab, bahkan menyebutkan bahwa Islam bukanlah agama yang pantas untuk dianut, ternyata sama sekali tidak mengubah persepsi dunia menjadi lebih buruk terhadap Islam. Nyatanya saat ini Islam berkembang sangat pesat di negara-negara maju, bahkan di barat sendiri. Sebut saja seperti di Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika, dan tentu saja, Turki.
Agama Islam seperti bola karet yang semakin ditekan akan memantul lebih tinggi. Orang-orang yang berpikiran maju mulai menyadari bahwa Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin. Karena Islam sesungguhnya adalah agama yang lembut dan damai. Jika ada kambing hitam dari komunitas Islam yang berbuat teroris, sesungguhnya mereka telah keluar dari ajaran Islam. Dan, ingatlah selalu bahwa setiap komunitas selalu memiliki kambing hitam.
Namun entah mengapa, media-media seperti tak mau berhenti mengarahkan opini publik dan menuduh Islam secara membabi buta.
Tatkala Islam diperlakukan secara adil mereka diam seribu bahasa. Tak ada yang mau menjadi pioner menuntut keadilan.
Sahabat, tahukah Anda bahwa pada tahun 2006 FBI pernah memasukkan mata-mata yang berpura-pura menjadi seorang muslim radikal di masjid? Tentu saja FBI dalam hal ini, memiliki tujuan yang buruk ingin menjelek-jelekkan Islam dari dalam. Persis seperti yang dilakukan oleh Belanda melalui Snouck Hurgronje.
Itu adalah salah satu fakta yang sangat mencengangkan bukan? Dan, masih banyak fakta lain yang seharusnya Anda tahu tentang agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini.
Mengutip apa yang dikatakan oleh Dr. Zakir Naik, "Jika Anda tidak tahu apa-apa tentang Islam maka jangan pernah berbicara tentang Islam."
Di bawah ini Bacaan Populer telah membuat sebuah daftar yang berisi 31 fakta menarik tentang Islam yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber. Kami yakin banyak dari fakta yang kami tulis di bawah ini belum Anda ketahui sebelumnya. Itulah sebabnya kami menyebutnya fakta menarik sekaligus mencengangkan. Silakan dibaca sampai selesai.
Agama Islam seperti bola karet yang semakin ditekan akan memantul lebih tinggi. Orang-orang yang berpikiran maju mulai menyadari bahwa Islam adalah agama rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin. Karena Islam sesungguhnya adalah agama yang lembut dan damai. Jika ada kambing hitam dari komunitas Islam yang berbuat teroris, sesungguhnya mereka telah keluar dari ajaran Islam. Dan, ingatlah selalu bahwa setiap komunitas selalu memiliki kambing hitam.
Namun entah mengapa, media-media seperti tak mau berhenti mengarahkan opini publik dan menuduh Islam secara membabi buta.
Tatkala Islam diperlakukan secara adil mereka diam seribu bahasa. Tak ada yang mau menjadi pioner menuntut keadilan.
Sahabat, tahukah Anda bahwa pada tahun 2006 FBI pernah memasukkan mata-mata yang berpura-pura menjadi seorang muslim radikal di masjid? Tentu saja FBI dalam hal ini, memiliki tujuan yang buruk ingin menjelek-jelekkan Islam dari dalam. Persis seperti yang dilakukan oleh Belanda melalui Snouck Hurgronje.
Itu adalah salah satu fakta yang sangat mencengangkan bukan? Dan, masih banyak fakta lain yang seharusnya Anda tahu tentang agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini.
Mengutip apa yang dikatakan oleh Dr. Zakir Naik, "Jika Anda tidak tahu apa-apa tentang Islam maka jangan pernah berbicara tentang Islam."
Di bawah ini Bacaan Populer telah membuat sebuah daftar yang berisi 31 fakta menarik tentang Islam yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber. Kami yakin banyak dari fakta yang kami tulis di bawah ini belum Anda ketahui sebelumnya. Itulah sebabnya kami menyebutnya fakta menarik sekaligus mencengangkan. Silakan dibaca sampai selesai.
2. Alquran, kitab suci agama Islam, dalam bahasa Arab artinya "Bacaan"
3. Surga adalah tempat yang paling dituju oleh umat muslim pada hari akhirat nanti. Sedangkan Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
4. Ada dua kelompok besar utama dalam Islam, yakni Islam Sunni (75-90%) dan Syiah (10 - 20%).
5. Setiap Muslim dewasa harus menunaikan ibadah haji ke Mekkah setidaknya sekali dalam seumur hidup jika ia mampu secara fisik dan finansial.
6. Seorang muslim hanya menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum.
7. Pada masa kejayaan Islam, ilmuwan dibayar setara dengan bayaran atlet profesional saat ini.
8. Seorang muslim diharamkan mengkonsumsi produk daging babi, darah, bangkai, dan alkohol.
9. Ada boneka Barbie yang mirip seorang muslimah. Boneka tersebut diberi nama "Fulla"
10. Sejumlah besar orang Muslim ikut berkorban untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi dan melawan Nazi dalam Perang Dunia II.
Baca artikel menarik lainnya:
Janda Ummul Mukminin Itu Bersedekah dengan Hidupnya
Kisah Imam Besar yang Menampung Air Rembesan Toilet Nasrani
Janda Ummul Mukminin Itu Bersedekah dengan Hidupnya
Kisah Imam Besar yang Menampung Air Rembesan Toilet Nasrani
11. Islam menoleransi tindakan aborsi jika kehamilan menjadi ancaman bagi kehidupan si ibu atau jika si jabang bayi adalah akibat dari perkosaan yang berusia kurang dari 4 bulan.
12. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
13. Sebanyak 84% dari orang yang disurvei di Mesir mendukung hukuman mati sebagai hukuman karena meninggalkan Islam.
Masih ada 20 Fakta menarik lain. Silakan klik DI SINI
Thursday, June 23, 2016
Kisah Hatim Al-Asham, Ulama "Tuli" yang Bisa Mendengar
Imam Al Ghazali meriwayatkan sebuah kisah teladan di dalam kitabnya yang berjudul Nashaihul Ibad, tentang seorang ulama besar yang bernama Hatim Al-Asham, yang wafat di Baghdad, Irak, tahun 852 M atau 237 H.
Ada kisah penuh hikmah yang mendasari kata "Al-Asham" yang dinisbatkan kepadanya. Kata Al-Asham memiliki makna tuli. Gelar ini dilekatkan kepadanya paling tidak selama umur seorang wanita masih hidup. Lebih kurang 15 tahun dia dengan rela menjadikan dirinya tuli demi untuk melindungi martabat wanita itu.
Sebetulnya Hatim tidaklah tuli. Dia bisa mendengar dengan jelas orang-orang yang berbicara dengan volume suara normal. Hingga pada suatu hari datanglah seorang wanita yang ingin berkonsultasi kepadanya.
Tak disangka-sangka, pada saat wanita itu bertanya kepada Hatim dia tak bisa menahan kentutnya yang keluar dengan suara keras. Seketika itu juga merah padamlah mukanya karena malu bersikap sangat tidak sopan di depan seorang ulama besar yang terpandang dan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat.
Namun, Hatim tidak bereaksi apa-apa. Dia tetap bersikap dengan wajar. Raut mukanya pun tak berubah sedikitpun.
Ada kisah penuh hikmah yang mendasari kata "Al-Asham" yang dinisbatkan kepadanya. Kata Al-Asham memiliki makna tuli. Gelar ini dilekatkan kepadanya paling tidak selama umur seorang wanita masih hidup. Lebih kurang 15 tahun dia dengan rela menjadikan dirinya tuli demi untuk melindungi martabat wanita itu.
Sebetulnya Hatim tidaklah tuli. Dia bisa mendengar dengan jelas orang-orang yang berbicara dengan volume suara normal. Hingga pada suatu hari datanglah seorang wanita yang ingin berkonsultasi kepadanya.
Tak disangka-sangka, pada saat wanita itu bertanya kepada Hatim dia tak bisa menahan kentutnya yang keluar dengan suara keras. Seketika itu juga merah padamlah mukanya karena malu bersikap sangat tidak sopan di depan seorang ulama besar yang terpandang dan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat.
Namun, Hatim tidak bereaksi apa-apa. Dia tetap bersikap dengan wajar. Raut mukanya pun tak berubah sedikitpun.
Baca juga : Kisah Imam Besar yang Menampung Air Rembesan Toilet Nasrani
Berbeda dengan si wanita. Kini dia hanya bisa tertegun. Dia betul-betul malu dan salah tingkah. Pertanyaan yang ingin dilontarkannya tadi tak jadi dilanjutkan. Rasanya ingin cepat-cepat minta maaf dan segera pamit.
Melihat si wanita hanya diam membisa begitu lama Sang Ulama menyapa dengan suara yang sangat keras. "Ada apa datang kemari?"
"Sebetulnya saya ingin bertanya sesuatu, Kyai". jawab si wanita dengan suara pelan karena malu.
"Apa?" Tanya sang ulama dengan suara yang lebih kencang.
"Saya ingin bertanya sesuatu." Jawab si wanita lebih keras.
"Apa?"
"Saya ingin bertanya sesuatu!" Jawab si wanita itu dengan suara betul-betul lantang.
"Ooo.. mau bertanya. Kalau berbicara tolong suaranya dikeraskan. Karena saya tuli." Jawab sang ulama dengan volume suara tinggi.
Alhamdulillah, seketika wanita itu langsung merasa sedikit lega. Dia menduga ulama yang ada di depannya itu adalah seorang yang tuli. Tentu tadi ketika dia buang angin dengan suara keras sang ulama tidak mendengarnya. Suasana kembali menjadi cair. Ia pun kembali mengulang pertanyaannya dengan volume suara yang dikeraskan.
Berbeda dengan si wanita. Kini dia hanya bisa tertegun. Dia betul-betul malu dan salah tingkah. Pertanyaan yang ingin dilontarkannya tadi tak jadi dilanjutkan. Rasanya ingin cepat-cepat minta maaf dan segera pamit.
Melihat si wanita hanya diam membisa begitu lama Sang Ulama menyapa dengan suara yang sangat keras. "Ada apa datang kemari?"
"Sebetulnya saya ingin bertanya sesuatu, Kyai". jawab si wanita dengan suara pelan karena malu.
"Apa?" Tanya sang ulama dengan suara yang lebih kencang.
"Saya ingin bertanya sesuatu." Jawab si wanita lebih keras.
"Apa?"
"Saya ingin bertanya sesuatu!" Jawab si wanita itu dengan suara betul-betul lantang.
"Ooo.. mau bertanya. Kalau berbicara tolong suaranya dikeraskan. Karena saya tuli." Jawab sang ulama dengan volume suara tinggi.
Alhamdulillah, seketika wanita itu langsung merasa sedikit lega. Dia menduga ulama yang ada di depannya itu adalah seorang yang tuli. Tentu tadi ketika dia buang angin dengan suara keras sang ulama tidak mendengarnya. Suasana kembali menjadi cair. Ia pun kembali mengulang pertanyaannya dengan volume suara yang dikeraskan.
Baca juga : Janda Ummul Mukminin Itu Bersedekah dengan Hidupnya
Sejak saat itu, Hatim mendadak “menjadi tuli”. Dia dengan dan ikhlas menerima kata Al-Asham dilekatkan ke namanya. Sekarang dia bergelar Hatim si Tuli. Ia melakukan hal itu selama wanita tadi masih hidup demi untuk menjaga perasaan dan kehormatannya. Hatim terus berpura-pura tuli selama lebih kurang 15 tahun.
***
Sejak saat itu, Hatim mendadak “menjadi tuli”. Dia dengan dan ikhlas menerima kata Al-Asham dilekatkan ke namanya. Sekarang dia bergelar Hatim si Tuli. Ia melakukan hal itu selama wanita tadi masih hidup demi untuk menjaga perasaan dan kehormatannya. Hatim terus berpura-pura tuli selama lebih kurang 15 tahun.
***
Pada saat ini yang terjadi di masyarakat kita sungguh bertolak belakang dari tauladan yang di contohkan Ulama Hatim Al-Asham. Kita senang benar bercerita tentang aib teman-teman dan tetangga-tetangga kita yang bahkan kadang-kadang keburukan itu tidak ada pada diri mereka. Kita jatuh pada perbuatan fitnah, ghibah, dan kebohongan besar.
Sedangkan Ulama Hatim Al-Asham mau melakukan pengorbanan yang sedemikan besar selama 15 tahun untuk melindungi martabat seorang wanita yang bahkan tidak dikenalnya.
Sedangkan Ulama Hatim Al-Asham mau melakukan pengorbanan yang sedemikan besar selama 15 tahun untuk melindungi martabat seorang wanita yang bahkan tidak dikenalnya.
Baca juga : Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
Jadi, Sahabat Populer, bertolak dari tauladan yang dicontohkan Hatim Al-Asham, mari kita bersama-sama mengangkat dan memuliakan martabat wanita dengan layak. Apatah lagi terhadap wanita yang ada di dalam keluarga kita dan wanita tetangga-tetangga kita. Begitupun wanita, jangan rendahkan harkat dan martabatmu dengan perilaku yang tidak terpuji agar kami para lelaki tetap terus menghormatimu sebagai makhluk yang dimuliakan.
Jadi, Sahabat Populer, bertolak dari tauladan yang dicontohkan Hatim Al-Asham, mari kita bersama-sama mengangkat dan memuliakan martabat wanita dengan layak. Apatah lagi terhadap wanita yang ada di dalam keluarga kita dan wanita tetangga-tetangga kita. Begitupun wanita, jangan rendahkan harkat dan martabatmu dengan perilaku yang tidak terpuji agar kami para lelaki tetap terus menghormatimu sebagai makhluk yang dimuliakan.
Kisah Imam Besar yang Menampung Air Rembesan Toilet Nasrani
Setelah kepemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir, atau yang lazim di sebut dengan era tabi'in, di kota Baserah, Irak, hiduplah seorang ulama besar yang bernama Imam Hasan Al Bashri. Beliau adalah ulama tabi'in terkemuka. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan selalu mengamalkan apa yang beliau ajarkan dengan memberikan contoh teladan yang baik, uswatun khasanah.
Meskipun menyandang predikat sebagai ulama besar tapi beliau jauh dari sifat sombong. Kehidupan dunia dijalani dengan sederhana dan berbuat baik dengan semua orang dari semua kalangan. Oleh karena itu beliau dicintai oleh rakyat kecil dan disegani oleh orang-orang besar.
Imam Hasan Al Bashri tinggal di sebuah rumah susun yang sederhana. Beliau bertetangga dengan seorang nasrani yang tinggal dilantai atas rumahnya. Tetangganya ini, si nasrani, memiliki toilet tempat buang air kecil yang letaknya persis di atas kamar tidur Sang Imam. Dia tidak tahu bahwa pipa saluran pembuangan air toiletnya sudah bocor. Jadi, setiap dia buang air kecil sebagian airnya merembes dan menetes ke kamar tidur Imam Hasan Al Bashri. Bisa kita bayangkan betapa menjijikkannya air yang jatuh itu.
Sebagian besar dari kita pastilah akan cepat-cepat memberitahukan tentang keadaan buruk itu kepada tetangga tersebut sesegera mungkin. Tak perlu menunggu sehari atau dua hari. Tentu saja kita akan dengan lancang mendatangi dan menggedor pintunya dengan raut muka yang tidak sedap dilihat karena marah. Apalagi orang yang melakukan itu adalah seorang nasrani, kaum minoritas pada masa itu.
Meskipun menyandang predikat sebagai ulama besar tapi beliau jauh dari sifat sombong. Kehidupan dunia dijalani dengan sederhana dan berbuat baik dengan semua orang dari semua kalangan. Oleh karena itu beliau dicintai oleh rakyat kecil dan disegani oleh orang-orang besar.
Imam Hasan Al Bashri tinggal di sebuah rumah susun yang sederhana. Beliau bertetangga dengan seorang nasrani yang tinggal dilantai atas rumahnya. Tetangganya ini, si nasrani, memiliki toilet tempat buang air kecil yang letaknya persis di atas kamar tidur Sang Imam. Dia tidak tahu bahwa pipa saluran pembuangan air toiletnya sudah bocor. Jadi, setiap dia buang air kecil sebagian airnya merembes dan menetes ke kamar tidur Imam Hasan Al Bashri. Bisa kita bayangkan betapa menjijikkannya air yang jatuh itu.
Sebagian besar dari kita pastilah akan cepat-cepat memberitahukan tentang keadaan buruk itu kepada tetangga tersebut sesegera mungkin. Tak perlu menunggu sehari atau dua hari. Tentu saja kita akan dengan lancang mendatangi dan menggedor pintunya dengan raut muka yang tidak sedap dilihat karena marah. Apalagi orang yang melakukan itu adalah seorang nasrani, kaum minoritas pada masa itu.
Baca juga : Janda Ummul Mukminin Itu Bersedekah dengan Hidupnya
Namun ternyata tidak demikian halnya dengan imam besar yang zuhud ini. Beliau dengan sabar menghadapi air kotor, najis, yang berbau itu. Beliau meminta isterinya untuk menaruh ember kecil tepat di bawah tetesan air yang merembes itu untuk menampungnya.
Bisa kita bayangkan betapa rendah hatinya sang Imam. Orang besar, terpandang, dan memiliki kedudukan mulia di masyrakat memilih menutup mulut dengan keadaan seperti itu.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Kurang lebih hampir dua puluh tahun keadaan menjijikkan itu terus berlanjut tanpa diketahui oleh si Nasrani. Sang Imam dan keluarganya tetap mengunci mulutnya rapat-rapat. Tak ingin menyinggung perasaan tetangganya. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW.,
Namun ternyata tidak demikian halnya dengan imam besar yang zuhud ini. Beliau dengan sabar menghadapi air kotor, najis, yang berbau itu. Beliau meminta isterinya untuk menaruh ember kecil tepat di bawah tetesan air yang merembes itu untuk menampungnya.
Bisa kita bayangkan betapa rendah hatinya sang Imam. Orang besar, terpandang, dan memiliki kedudukan mulia di masyrakat memilih menutup mulut dengan keadaan seperti itu.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Kurang lebih hampir dua puluh tahun keadaan menjijikkan itu terus berlanjut tanpa diketahui oleh si Nasrani. Sang Imam dan keluarganya tetap mengunci mulutnya rapat-rapat. Tak ingin menyinggung perasaan tetangganya. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah SAW.,
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya."
Hampir setiap hari Sang imam dan keluarganya membuang air yang ada di dalam ember penampung itu apabila telah penuh, untuk kemudian ditampung lagi dengan ember yang kosong.
Suatu hari Sang Imam berhati mulai ini jatuh sakit. Sakitnya agak parah. Sehingga beliau hanya bisa berbaring saja di dalam kamarnya.
Kabar tentang sakitnya sang imam besar ini tersebar di kota Baserah. Banyak orang yang datang membesuk dari berbagai kalangan masyarakat. Sebagai tetangga yang baik, tentu saja si nasrani juga ikut menjenguk keadaan Sang Imam. Dia langsung masuk ke kamar Imam Hasan Al Bashri.
Namun apa yang dilihatnya di dalam kamar sang imam sungguh tidak disangka-sangak. Ia melihat ada air yang terus-menerus menetes dari atas loteng ke dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan seksama, ternyata tetesan air yang terkumpul dalam wadah itu adalah air kencing.
Baca juga : Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
Si nasrani langsung menyadari bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang terletak persis diatas loteng kamar tidur sang imam. Dia betul-betul malu dan bercampur heran, kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak memberitahukan keadaan itu padanya.
"Imam, sejak kapan Engkau bersabar dengan tetesan air kencing kami ini?" tanya si tetangga.
Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau hanya tersenyum. Beliau tidak mau membuat tetangganya itu merasa tidak enak.
"Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing ini?" ulang tetangganya lagi.
"Sejak dua puluh tahun yang lalu," jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.
"Kenapa kau tidak memberitahuku?"
Imam Hasan Al Bashri berusaha bangun untuk duduk dengan segenap kekuatannya. Beliau berucap, "Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memuliakan tetangga, beliau bersabda, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya!"
Si nasrani tertegun mendengar jawaban sang imam. Lama dia terdiam. Rasa sedih, malu, penasaran, tertarik, dan kagum berbuncah-buncah didadanya. Dia goyah, dan tak dapat menahan air mata yang keluar.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba si nasrani memeluk Imam Hasan Al Bashri dengan pelukan erat.
Sambil terisak dan bercucuran air mata dia berbisik ketelinga Imam Hasan Al Bashri, "Ashadualla Ilahailallah, Wa'ashadu anna Muhammad Rasulullah."
"Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar." jawab sang Imam menangis gembira sambil memeluk kembali si nasrani yang kini sudah menjadi mualaf.
***
Si nasrani langsung menyadari bahwa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang terletak persis diatas loteng kamar tidur sang imam. Dia betul-betul malu dan bercampur heran, kenapa Imam Hasan Al Bashri tidak memberitahukan keadaan itu padanya.
"Imam, sejak kapan Engkau bersabar dengan tetesan air kencing kami ini?" tanya si tetangga.
Imam Hasan Al Bashri diam tidak menjawab. Beliau hanya tersenyum. Beliau tidak mau membuat tetangganya itu merasa tidak enak.
"Imam, katakanlah dengan jujur sejak kapan Engkau bersabar atas tetesan air kencing ini?" ulang tetangganya lagi.
"Sejak dua puluh tahun yang lalu," jawab Imam Hasan Al Bashri dengan suara parau.
"Kenapa kau tidak memberitahuku?"
Imam Hasan Al Bashri berusaha bangun untuk duduk dengan segenap kekuatannya. Beliau berucap, "Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memuliakan tetangga, beliau bersabda, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya!"
Si nasrani tertegun mendengar jawaban sang imam. Lama dia terdiam. Rasa sedih, malu, penasaran, tertarik, dan kagum berbuncah-buncah didadanya. Dia goyah, dan tak dapat menahan air mata yang keluar.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba si nasrani memeluk Imam Hasan Al Bashri dengan pelukan erat.
Sambil terisak dan bercucuran air mata dia berbisik ketelinga Imam Hasan Al Bashri, "Ashadualla Ilahailallah, Wa'ashadu anna Muhammad Rasulullah."
"Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar." jawab sang Imam menangis gembira sambil memeluk kembali si nasrani yang kini sudah menjadi mualaf.
***
Sahabat Populer, Imam Hasan Al Bashri, orang besar terpandang, ulama tabi'in terkemuka, punya kedudukan mulia di masyarakat, dihormati, dan disegani, telah memberikan pelajaran kepada kita dengan contoh teladan yang mulia. Beliau mampu berlaku sedemikian rendah hati demi untuk memuliakan tetangganya. Dia bertahan dengan keadaan yang sangat menjijikkan itu dengan tetap mengunci mulutnya dan keluarganya agar tetangganya tidak tersinggung.
Apa yang telah kita lakukan demi untuk memuliakan tetangga kita? Pengorbanan apa yang telah kita berikan agar tetangga kita tidak tersinggung?
Wednesday, June 15, 2016
Janda Ummul Mukminin Itu Bersedekah dengan Hidupnya
Sepeninggal Rasulullah SAW, istrinya tercinta Aisyah RA, menjadi janda ummul mukminin. Beliau hidup dalam kesederhanaan, kalau kita enggan menyebutnya sebagai kemiskinan. Seringkali pakaian yang dipakainya penuh dengan tambalan. Hari-hari panjang dijalankan dengan berpuasa tanpa kepastian ada makanan dan minuman untuk berbuka.
Namun, dalam keadaannya yang seperti itu apakah beliau menjadi enggan bersedekah? Mari kita lihat apa yang beliau lakukan untuk menjadi contoh teladan bagi kita saat ini yang selalu berpakaian bagus dan perut terisi penuh, kekenyangan.
Pada suatu hari Aisyah RA pernah mendapatkan hadiah dari para dermawan sebesar 200 dirham yang terisi dalam 2 kantung. Satu dirham pada masa itu sama dengan Rp 70.000 pada saat ini. Jadi, jumlah sedekah yang diterima Aisyah pada hari itu kira-kira sebesar Rp 14 milyar.
Namun, dalam keadaannya yang seperti itu apakah beliau menjadi enggan bersedekah? Mari kita lihat apa yang beliau lakukan untuk menjadi contoh teladan bagi kita saat ini yang selalu berpakaian bagus dan perut terisi penuh, kekenyangan.
Pada suatu hari Aisyah RA pernah mendapatkan hadiah dari para dermawan sebesar 200 dirham yang terisi dalam 2 kantung. Satu dirham pada masa itu sama dengan Rp 70.000 pada saat ini. Jadi, jumlah sedekah yang diterima Aisyah pada hari itu kira-kira sebesar Rp 14 milyar.
Baca juga : Ketahuilah, Perbedaan Mencari Rezeki Dengan Menjemput Rezeki
Mendapat uang sebanyak itu apakah beliau menjadi senang, bersuka cita, lalu menyimpannya, dan menghabiskannya sedikit demi sedikit untuk keperluan hidup dan kesenangan dirinya? Ternyata beliau sama sekali bukanlah orang yang seperti itu.
Sesaat setelah beliau menerima hadiah itu, dalam perjalanan pulang beliau membagi-bagikan semua hadiah yang dia terima kepada fakir miskin. Dalam beberapa jam saja uang itu habis tak bersisa. Padahal pada saat itu beliau sedang berpuasa dan tak memiliki makanan untuk berbuka, kecuali hanya sepotong roti kering saja.
Ketika sampai waktu Maghrib beliau ingin berbuka dan berucap kepada pembantunya, "Bawalah makanan dan minuman yang ada untuk aku berbuka".
Tak lama, pembantunya segera membawakan sepotong roti kering dan sedikit minyak zaitun.
Mendapat uang sebanyak itu apakah beliau menjadi senang, bersuka cita, lalu menyimpannya, dan menghabiskannya sedikit demi sedikit untuk keperluan hidup dan kesenangan dirinya? Ternyata beliau sama sekali bukanlah orang yang seperti itu.
Sesaat setelah beliau menerima hadiah itu, dalam perjalanan pulang beliau membagi-bagikan semua hadiah yang dia terima kepada fakir miskin. Dalam beberapa jam saja uang itu habis tak bersisa. Padahal pada saat itu beliau sedang berpuasa dan tak memiliki makanan untuk berbuka, kecuali hanya sepotong roti kering saja.
Ketika sampai waktu Maghrib beliau ingin berbuka dan berucap kepada pembantunya, "Bawalah makanan dan minuman yang ada untuk aku berbuka".
Tak lama, pembantunya segera membawakan sepotong roti kering dan sedikit minyak zaitun.
Baca juga : Korupsi dan Mencuri Sama Sekali Tak Menambah Rezeki
“Adakah makanan yang lebih baik daripada ini?” tanya beliau.
“Andai tadi engkau menyisakan satu dirham saja, tentu kita dapat membeli sekerat daging,” jawab pembantunya.
“Mengapa engkau baru mengatakan itu sekarang? Andai saja tadi engkau meminta, tentu saya akan memberi kamu satu dirham,” kata Aisyah ra. (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
“Adakah makanan yang lebih baik daripada ini?” tanya beliau.
“Andai tadi engkau menyisakan satu dirham saja, tentu kita dapat membeli sekerat daging,” jawab pembantunya.
“Mengapa engkau baru mengatakan itu sekarang? Andai saja tadi engkau meminta, tentu saya akan memberi kamu satu dirham,” kata Aisyah ra. (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
Sahabat Populer, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari tauladan indah dari istri kesayangan Rasul ini? Beliau bahkan tak meninggalkan sedikit saja hadiah yang didapat sebegitu besar untuk dirinya sendiri. Bukan untuk kesenangan tapi untuk keperluannyapun tidak.
Pada hari yang lain, beliau menjalankan puasa seperti biasanya. Hari itu beliau memiliki sepotong roti untuk berbuka nanti. Selain dari roti itu beliau tak memiliki makanan lain.
Namun ternyata roti itupun bukanlah rezeki beliau. Sebelum tiba waktu berbuka datanglah seorang lelaki miskin yang meminta sedikit makanan kepadanya. Beliau segera memerintahkan pembantunya untuk memberikan sepotong roti itu kepada lelaki miskin tersebut. Pembantunya berkata, “Jika kita memberikan roti ini kepada orang itu, berarti kita tidak memiliki makanan untuk berbuka.”
“Biar saja, berikan saja roti itu kepada dia,” jawab beliau dengan tegas. (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
***
Sungguh... adakah manusia mulia seperti beliau yang hidup pada zaman kita saat ini? Bersedakah dengan hidupnya demi kemaslahatan hidup orang lain, demi mencari ridha Allah SWT.
Pada hari yang lain, beliau menjalankan puasa seperti biasanya. Hari itu beliau memiliki sepotong roti untuk berbuka nanti. Selain dari roti itu beliau tak memiliki makanan lain.
Namun ternyata roti itupun bukanlah rezeki beliau. Sebelum tiba waktu berbuka datanglah seorang lelaki miskin yang meminta sedikit makanan kepadanya. Beliau segera memerintahkan pembantunya untuk memberikan sepotong roti itu kepada lelaki miskin tersebut. Pembantunya berkata, “Jika kita memberikan roti ini kepada orang itu, berarti kita tidak memiliki makanan untuk berbuka.”
“Biar saja, berikan saja roti itu kepada dia,” jawab beliau dengan tegas. (Al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal, hlm. 679).
***
Sungguh... adakah manusia mulia seperti beliau yang hidup pada zaman kita saat ini? Bersedakah dengan hidupnya demi kemaslahatan hidup orang lain, demi mencari ridha Allah SWT.
Baca juga : Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
Andaikan kita belum mampu sehebat beliau setidaknya marilah kita belajar sedikit demi sedikit. Yakinlah bahwa dengan bersedekah kita tidak akan kekurangan. Karena janji Allah itu pasti,
Andaikan kita belum mampu sehebat beliau setidaknya marilah kita belajar sedikit demi sedikit. Yakinlah bahwa dengan bersedekah kita tidak akan kekurangan. Karena janji Allah itu pasti,
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”.
Manajemen Syahwat Mutlak Dibutuhkan
Apa yang ada dalam perasaan Anda ketika melihat photo gadis cantik di atas? Senang, suka, cinta, tertarik, nafsu, dan inginkan dia menjadi pacar, teman, atau keluarga dekat, bukan? Tapi sayang, Innalillahi wainalillahi rojiun. Dia sudah meninggal dunia. Jadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh tetangganya sendiri. Tempat kejadian perkaranya di warung milik neneknya yang terletak di Desa, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi pada Sabtu, 11 Juni 2016.
Andaikan dia adalah pacar, teman, adik, kakak, atau anak Anda, apa perasaan Anda setelah mendengar kabar tersebut? Kecewa, sedih, marah, dan dendam? Itu manusiawi. Tentu saja semua orang akan berperasaaan sama seperti itu. Tak ada yang rela gadis cantik, manis, anggun, dan kelihatannya baik, bernama Angesti Sistiani ini diperlakukan dengan kejam dan biadab oleh seseorang yang tak mampu mengatur syahwatnya.
Tidak hanya Angesti, beberapa bulan terakhir ini media tanah air terus-menerus mengabarkan tentang kasus pemerekosaan dan pembunuhan secara beruntun. Gadis-gadis muda berjatuhan menjadi korban. Ada yang diperkosa beramai-ramai dibawah pengaruh minuman keras, ada yang dibunuh dengan cangkul, dan terakhir ini, Angesti Sistiani, yang di perkosa dan dibunuh di dalam bulan suci Ramadhan.
Andaikan dia adalah pacar, teman, adik, kakak, atau anak Anda, apa perasaan Anda setelah mendengar kabar tersebut? Kecewa, sedih, marah, dan dendam? Itu manusiawi. Tentu saja semua orang akan berperasaaan sama seperti itu. Tak ada yang rela gadis cantik, manis, anggun, dan kelihatannya baik, bernama Angesti Sistiani ini diperlakukan dengan kejam dan biadab oleh seseorang yang tak mampu mengatur syahwatnya.
Tidak hanya Angesti, beberapa bulan terakhir ini media tanah air terus-menerus mengabarkan tentang kasus pemerekosaan dan pembunuhan secara beruntun. Gadis-gadis muda berjatuhan menjadi korban. Ada yang diperkosa beramai-ramai dibawah pengaruh minuman keras, ada yang dibunuh dengan cangkul, dan terakhir ini, Angesti Sistiani, yang di perkosa dan dibunuh di dalam bulan suci Ramadhan.
Baca juga : Cara Membedakan Godaan Nafsu dan Godaan Setan
Apa yang salah dengan kita? Mediakah yang terlalu vulgar? Pendidikankah yang gagal? Pengamalan agamakah yang terlalu dangkal? Padahal kita adalah negara dengan penduduk yang mayoritasnya adalah beragama Islam, agama rahmatan lil 'alamin, dan menganut adat-istiadat ketimuran yang penuh dengan budaya malu.
Tidak bisa tidak, saat ini manajemen syahwat mutlak dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat agar tak pernah terjadi lagi kejadian-kejadian biadab seperti ini.
Apakah pendidikan agama, pendidikan moral, dan s3k5 education masih tidak cukup?
Bukan tidak cukup. Tapi kita perlu meng-upgrade yang sudah kita miliki. Karena "musuh-musuh" kitapun semakin canggih. Dulu media tontonan tak sevulgar dan sesadis seperti sekarang, model pakaian tidak terbuka dan seketat sekarang, cara bergaul tidak sebebas sekarang. Masa kita masih mengahadapi musuh yang sudah berbeda dengan cara sama saja dengan yang dulu-dulu.
Apa yang salah dengan kita? Mediakah yang terlalu vulgar? Pendidikankah yang gagal? Pengamalan agamakah yang terlalu dangkal? Padahal kita adalah negara dengan penduduk yang mayoritasnya adalah beragama Islam, agama rahmatan lil 'alamin, dan menganut adat-istiadat ketimuran yang penuh dengan budaya malu.
Tidak bisa tidak, saat ini manajemen syahwat mutlak dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat agar tak pernah terjadi lagi kejadian-kejadian biadab seperti ini.
Apakah pendidikan agama, pendidikan moral, dan s3k5 education masih tidak cukup?
Bukan tidak cukup. Tapi kita perlu meng-upgrade yang sudah kita miliki. Karena "musuh-musuh" kitapun semakin canggih. Dulu media tontonan tak sevulgar dan sesadis seperti sekarang, model pakaian tidak terbuka dan seketat sekarang, cara bergaul tidak sebebas sekarang. Masa kita masih mengahadapi musuh yang sudah berbeda dengan cara sama saja dengan yang dulu-dulu.
Baca juga : 9 Tips Bermesraan bagi Pengantin Baru di bulan Ramadhan
Belajar manajemen keuangan kita jadi ahli mengatur keuangan, belajar menajemen waktu kita jadi ahli memanfaatkan waktu, belajar manajemen kalbu kita menjadi ahli mengatur dan merekayasa perasaan kita sendiri, dan belajar manajemen syahwat, insya Allah kita akan ahli dalam hal menjinakkan syahwat.
Belajar manajemen keuangan kita jadi ahli mengatur keuangan, belajar menajemen waktu kita jadi ahli memanfaatkan waktu, belajar manajemen kalbu kita menjadi ahli mengatur dan merekayasa perasaan kita sendiri, dan belajar manajemen syahwat, insya Allah kita akan ahli dalam hal menjinakkan syahwat.
Manajemen syahwat tidak perlu menjadi sebuah pelajaran di sekolah. Karena ini akan menambah tugas bagi banyak pihak. Cukuplah diselipkan saja di dalam pelajaran-pelajaran yang lain dengan menambah porsi jam yang lebih banyak. Kampanyekan dengan lebih giat di semua tempat, pada setiap waktu. Karena masalah pornografi dan kekerasaan ini betul-betul sudah sangat krusial dan sangat mengkhawatirkan saat ini. Perlu ada langkah nyata dari semua pihak agar hal seperti ini tidak hanya di tangani oleh bidang hukum saja. Karena lembaga hukum baru berfungsi apabila peristiwa sudah terjadi. Padahal yang kita harapakan adalah peristiwa biadab dan memalukan ini tidak pernah terjadi.
Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.
Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.
Bagaimanakah manajemen syahwat ini diajarkan dan terapkan?
Sebetulnya semua agama telah mengajarkan tentang ini di dalam kitab suci. Jadi, laksanakan itu dengan bersungguh-sungguh. Hanya saja mulai sekarang kita harus menonjolkan bidang ini lebih mengemuka. Orangtua, orang dewasa, guru, ustad, polisi, hakim, pemerintah, dan semua pihak harus mampu menjadi role model yang bisa diteladani. Tak peduli apapun agama yang mereka anut dan dari suku apapun mereka.
Baca juga : 12 Cara Untuk Berhenti Nonton Film Bokep Dan Onani
Terakhir, tataplah photo Angesti Sistiani di atas sekali lagi! Dia sudah terbaring di dalam kubur. Jika dia adalah anggota keluarga kita, teman dekat kita, kekasih hati kita, bagaimanakah perasaan kita? Cukupkah hanya dengan hanya menghukum berat pelakunya?
Jangan biarkan dia meninggal tanpa kita petik pelajaran berharga dari peristiwa pahit yang di alaminya.
Terakhir, tataplah photo Angesti Sistiani di atas sekali lagi! Dia sudah terbaring di dalam kubur. Jika dia adalah anggota keluarga kita, teman dekat kita, kekasih hati kita, bagaimanakah perasaan kita? Cukupkah hanya dengan hanya menghukum berat pelakunya?
Jangan biarkan dia meninggal tanpa kita petik pelajaran berharga dari peristiwa pahit yang di alaminya.
Tuesday, June 14, 2016
Kisah Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan
Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.
Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.
Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.
Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.
Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.
Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.
Baca juga : Batalkah Wudhu Orang yang Tertidur?
Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.
Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"
Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.
Baca juga : Cara Membedakan Godaan Nafsu dan Godaan Setan
Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.
Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"
"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.
"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"
"Kamu tidak punya kesalahan."
"Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"
"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."
"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!"
Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"
Baca juga : Berkah Ramadhan, Tidurpun Dapat Pahala Berlipat
Bayangkan Sahabat Populer, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?
Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemaren.
Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."
Dengan tenang Khalid bin Walin menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."
***
Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT.
Semoga beliau dimuliakan di sisi Allah SWT, amin.
Saturday, June 11, 2016
Setan Dibelenggu Selama Ramadhan, Tapi Mengapa Masih Banyak Maksiat?
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, pada saat ini kita masih diberi umur panjang untuk merasakan bulan penuh rahmat dan maghfiroh, Ramadhan mubarak, 1437 H. Bulan dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan.
Sebelum memulai pembahasan kita lebih jauh ada baiknya kita baca terlebih dahulu sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra,
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim).
Hal yang menjadi pertanyaan besar adalah, jika memang setan dibelenggu kenapa maksiat masih ada selama bulan Ramadhan?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahu terlebih dahulu sumber dari perbuatan maksiat itu, yakni godaan setan dan godaan nafsu. Godaan setan sudah pasti buruk, mutlak! Sedangkan godaan nafsu tidak semuanya buruk. Banyak juga diantaranya yang bisa kita ambil manfaatnya. Namun, kali ini kita tidak membahas tentang dampak baik godaan nafsu.
Baca juga : Berkah Ramadhan, Tidurpun Dapat Pahala Berlipat
Inilah dua sumber terjadi perbuatan maksiat yang dilakukan manusia. Kedua godaan ini datang silih berganti untuk menggelincirkan kita dari jalan yang benar. Bahkan, tak jarang keduanya datang sekaligus.
Dari penjelasan di atas kita mulai mendapat sedikit titik terang tentang mengapa masih ada maksiat di bulan Ramadhan, padahal setan-setan sudah dibelenggu. Jangan lupa dan jangan lengah, masih ada nafsu yang harus kita tundukkan. Dan godaan ini sama saja dahsyatnya dengan godaan setan.
Abul ‘Abbas Al-Qurthubi memiliki penjelasan yang sangat detil tentang hal ini. Menurutnya, setan dibelenggu hanya dari orang-orang yang menjalankan puasa dengan benar. Yaitu orang-orang yang memperhatikan aturan-aturan berpuasa yang telah ditetapkan Allah SWT. Sedangkan, orang-orang yang menjalankan puasa dengan seadanya saja maka setan tidaklah terbelenggu darinya. Apalagi bagi orang yang tidak menjalankan puasa. Setan malah bersarang pada orang itu.
Realitanya, meskipun setan dibelenggu dari seluruh orang yang berpuasa bagaimanapun kualitas puasanya, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain. Yakni dorongan hawa nafsu yang datang dari dalam orang itu sendiri yang selalu mengajak kepada kejelekan.
Baca juga : Cara Membedakan Godaan Nafsu Dan Godaan Setan
Ia juga mengisyaratkan adanya kebiasaan yang telah dilakukan orang tersebut ketika diganggu oleh syetan. Kebiasaan itu tetap terbawa meskipun setan sudah tidak menggodanya. Dalam kondisi ini, manusia itu sendirilah yang menjadi setan, sebagaimana firman Allah,
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu” (QS. Al An’am: 112)
Jadi, jika kita melihat masih ada kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadhan ini yang bahkan dilakukan oleh seorang muslim, dapatlah kita simpulkan bahwa itu terjadi karena 2 hal. Yakni, bisa jadi itu karena dorongan nafsu atau bisa jadi juga karena setan yang belum dibelenggu oleh Allah SWT dari orang itu. Mungkin dikarenakan dia belum melaksanakan puasa sebagaimana mestinya, atau bahkan sama sekali tidak berpuasa. Nauzubillah!
Ayo, jangan terlalu lama membiarkan dia tersesat. Bantu dia dengan mengajaknya menjalankan puasa dengan benar sesuai dengan kemampuannya. Kitapun berharap kita mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah yang Maha Penyayang, amin.
Wednesday, June 8, 2016
9 Tips Bermesraan bagi Pengantin Baru di bulan Ramadhan
Di Indonesia, sebulan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, yakni pada bulan Sya'ban, banyak sekali pasangan yang melangsungkan pernikahan. Terutama bagi mereka yang tinggal berjauhan dari orangtua. Dengan alasan biar lebih nyaman memasuki bulan suci Ramadhan. Tak perlu lagi memikirkan membeli makanan tengah malam untuk makan sahur. Karena sudah ada yang memasak di rumah. Jadi, bisa lebih fokus beribadah.
Padahal, di sisi lain, ini merupakan tantangan yang amat sangat berat. Karena mereka berdua bagaikan kuda yang baru saja lepas dari kandang. Sangat lincah dan penuh vitalitas. Merekapun telah dihalalkan melakukan hal yang selama ini dilarang. Namun, mereka harus mampu menahan sedaya upaya yang mereka miliki. Tetap tidak boleh melakukan hal yang paling mengasyikkan itu di siang hari.
Kecerdasan mengendalikan hasrat dan manajemen waktu mutlak sangat diperlukan. Ibarat makanan yang sudah tersaji di atas meja makan namun tidak boleh disentuh. Kita harus pandai-pandai menahan diri. Begitu kita sentuh maka hukuman beratlah yang kita dapatkan sebagai imbalannya.
Padahal, di sisi lain, ini merupakan tantangan yang amat sangat berat. Karena mereka berdua bagaikan kuda yang baru saja lepas dari kandang. Sangat lincah dan penuh vitalitas. Merekapun telah dihalalkan melakukan hal yang selama ini dilarang. Namun, mereka harus mampu menahan sedaya upaya yang mereka miliki. Tetap tidak boleh melakukan hal yang paling mengasyikkan itu di siang hari.
Kecerdasan mengendalikan hasrat dan manajemen waktu mutlak sangat diperlukan. Ibarat makanan yang sudah tersaji di atas meja makan namun tidak boleh disentuh. Kita harus pandai-pandai menahan diri. Begitu kita sentuh maka hukuman beratlah yang kita dapatkan sebagai imbalannya.
Baca juga : Berkah Ramadhan, Tidurpun Dapat Pahala Berlipat
Nah, agar pengantin baru tidak salah dalam melakukan hal yang halal namun terlarang di siang hari tersebut ada baiknya mengamalkan 9 tips di bawah ini. Hitung-hitung sebagai pengalihan sementara sambil menunggu berbuka dan selesai shalat tarawih. Di simak baik-baik ya Sahabat!
Nah, agar pengantin baru tidak salah dalam melakukan hal yang halal namun terlarang di siang hari tersebut ada baiknya mengamalkan 9 tips di bawah ini. Hitung-hitung sebagai pengalihan sementara sambil menunggu berbuka dan selesai shalat tarawih. Di simak baik-baik ya Sahabat!
1. Tetap sibukkan diri
Keinginan untuk bermesraan itu biasanya muncul ketika kita sedang tidak ada yang dikerjakan. Oleh karena itu, jangan biarkan ada waktu yang kosong. Teruslah berkegiatan. Misalnya, membaca buku, ke perpustakaan, ke toko buku, atau bersilaturahmi ke rumah teman. Atau kalau sudah lelah, tidurlah.
2. Elakkan kontak pisik
Pengantin baru itu seperti senter dengan baterai baru. Tersentuh sedikit, langsung menyala terang. Supaya senternya tidak menyala di siang hari, ya jangan disentuh. Atau, jaga jarak diri dari senter pada siang hari.
Baca juga : Fenomena Asmara Subuh Ramadhan, dari Olah Raga Sampai Maksiat
3. Lebih banyak fokuskan pikiran pada pekerjaan dan ibadah
Mau THR lebih banyak dan diterima tepat waktu? Makanya kerjakan semua tugas. Jangan sampai ada yang tak selesai pada waktunya. Bisa-bisa THR ditahan sampai habis Idul fitri. Ga mau kan?
Oh ya.. Tadarus udah berapa jus? Masa ga khatam dalam sebulan? Ngaji ngaji ngaji! One day one jus.
4. Aturlah waktu
Jika memang hasrat itu sudah susah dikendalikan, apa boleh buat. Laksanakanlah tugas Anda! Atur waktu yang tepat, yang pasti tidak disiang hari. Hukumannya sangat berat lho!!
Antara waktu berbuka hingga imsak itu ada waktu lebih kurang 10 jam. Sangat panjang bukan. Kalau bisa jangan mengorbankan waktu tarawih ya Bro!
5. Lakukan dengan cepat dan instan
Kalau di luar Ramadhan mungkin Anda biasa menggunakan banyak waktu untuk warming up dan cooling down. Persis seerti yang dianjurkan para pakar. Dan itu bagus.
Tapi, berhubung ini puasa, ya terpaksa harus disesuaikan. Warming up nya alakadarnya aja. Langsung kegiatan inti. Anda pasti tahu lah itu.
3. Lebih banyak fokuskan pikiran pada pekerjaan dan ibadah
Mau THR lebih banyak dan diterima tepat waktu? Makanya kerjakan semua tugas. Jangan sampai ada yang tak selesai pada waktunya. Bisa-bisa THR ditahan sampai habis Idul fitri. Ga mau kan?
Oh ya.. Tadarus udah berapa jus? Masa ga khatam dalam sebulan? Ngaji ngaji ngaji! One day one jus.
4. Aturlah waktu
Jika memang hasrat itu sudah susah dikendalikan, apa boleh buat. Laksanakanlah tugas Anda! Atur waktu yang tepat, yang pasti tidak disiang hari. Hukumannya sangat berat lho!!
Antara waktu berbuka hingga imsak itu ada waktu lebih kurang 10 jam. Sangat panjang bukan. Kalau bisa jangan mengorbankan waktu tarawih ya Bro!
5. Lakukan dengan cepat dan instan
Kalau di luar Ramadhan mungkin Anda biasa menggunakan banyak waktu untuk warming up dan cooling down. Persis seerti yang dianjurkan para pakar. Dan itu bagus.
Tapi, berhubung ini puasa, ya terpaksa harus disesuaikan. Warming up nya alakadarnya aja. Langsung kegiatan inti. Anda pasti tahu lah itu.
Baca juga : Doa Nabi Ibrahim Dikabulkan Allah Setelah 3000 Tahun
6. Buang jauh-jauh rasa bersalah
Perlu dipahami bahwa hubungan mesra itu merupakan fitrah manusia. Jadi, tidak salah jika ingin melakukannya meski pada bulan Ramadhan. Tentu saja dengan catatan dilakukan pada waktu yang tepat dan tidak mengganggu ibadah wajib. Ingat, kegiatan ini juga ibadah lho. Seorang istri yang menolak keinginan suaminya karena khawatir menodai bulan Ramadhan malah salah
besar. Hal ini tentu saja akan berbuah dosa besar pula.
Buang jauh-jauh rasa bersalah itu. Hakikatnya Anda sedang beribadah.
6. Buang jauh-jauh rasa bersalah
Perlu dipahami bahwa hubungan mesra itu merupakan fitrah manusia. Jadi, tidak salah jika ingin melakukannya meski pada bulan Ramadhan. Tentu saja dengan catatan dilakukan pada waktu yang tepat dan tidak mengganggu ibadah wajib. Ingat, kegiatan ini juga ibadah lho. Seorang istri yang menolak keinginan suaminya karena khawatir menodai bulan Ramadhan malah salah
besar. Hal ini tentu saja akan berbuah dosa besar pula.
Buang jauh-jauh rasa bersalah itu. Hakikatnya Anda sedang beribadah.
7. Berhubungan dengan pasangan itu juga ibadah
Ini sama saja dengan poin di atas. Harus ditanam di dalam benak masing-masing bahwa berhubungan dengan istri/suami itu adalah ibadah. Jadi, tunaikanlah dengan baik.
8. Mandi junub sebelum Subuh
Menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS, untuk menjaga supaya tubuh tetap sehat jangan langsung mandi junub dimalam hari sehabis bermesraan. Karena mandi dimalam hari rentan menyebabkan berbagai penyakit. Mandilah sebelum imsak atau sebelum subuh.
Baca juga : Rajin Shalat Tapi Rajin Pula Maksiat. Mengapa Bisa Begitu?
9. Saling memahami
Nah, ini yang paling penting. Sikap saling mengerti dan memahami mutlak harus dimiliki masing-masing pihak. Jika salah satu pasangan sedang tidak mood maka pihak yang satunya harus mengerti. Ingat, s3ks itu ibadah, dan sebaik-baiknya ibadah adalah apabila dilakukan dengan hati ikhlas.
Hati-hati ya Sahabat! Jangan main asal sruduk! Ingat, forbiden di siang hari.
Mudah-mudahan Sahabat berdua tenang menjalankan ibadah puasa hingga selesai, amin!
9. Saling memahami
Nah, ini yang paling penting. Sikap saling mengerti dan memahami mutlak harus dimiliki masing-masing pihak. Jika salah satu pasangan sedang tidak mood maka pihak yang satunya harus mengerti. Ingat, s3ks itu ibadah, dan sebaik-baiknya ibadah adalah apabila dilakukan dengan hati ikhlas.
Hati-hati ya Sahabat! Jangan main asal sruduk! Ingat, forbiden di siang hari.
Mudah-mudahan Sahabat berdua tenang menjalankan ibadah puasa hingga selesai, amin!
Monday, June 6, 2016
Berkah Ramadhan, Tidurpun Dapat Pahala Berlipat
Ada hadist lemah yang mengatakan bahwa "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalannyapun akan dilipatgandakan pahalanya". Hampir semua ulama mengatakan bahwa hadist ini lemah, diantaranya Syaikh al-Albani dan Imam Abdurrahim Al-Iraqi.
Meskipun lemah, namun banyak orang awam yang menganggap bahwa hadist ini shahih. Oleh karena salah kaprah tersebut diapun mengamalkan dengan senang hati dan memperbanyak tidur siang pada bulan Ramadhan dengan harapan dapat dicatat sebagai amal shalih yang "murah meriah". Padahal, dengan berlaku seperti itu dia telah membuang-buang waktu yang seharusnya diisi dengan amalan yang lebih nyata. Misalnya, belajar, membantu orangtua, membaca Quran, atau bekerja.
Meskipun lemah, namun banyak orang awam yang menganggap bahwa hadist ini shahih. Oleh karena salah kaprah tersebut diapun mengamalkan dengan senang hati dan memperbanyak tidur siang pada bulan Ramadhan dengan harapan dapat dicatat sebagai amal shalih yang "murah meriah". Padahal, dengan berlaku seperti itu dia telah membuang-buang waktu yang seharusnya diisi dengan amalan yang lebih nyata. Misalnya, belajar, membantu orangtua, membaca Quran, atau bekerja.
Baca juga : Batalkah Wudhu Orang yang Tertidur?
Terlepas dari palsu atau tidaknya hadist di atas, kita bisa dengan cerdas mengamalkannya dan tetap mendapat pahala berlipat ketika tidur siang dibulan puasa. Namun, ada syarat yang sangat penting yang harus kita penuhi, yakni harus dengan niat yang benar, lillahi ta'ala. Karena hanya dengan niat yang benar ini tidur kita bisa dicatat sebagai ibadah.
Terlepas dari palsu atau tidaknya hadist di atas, kita bisa dengan cerdas mengamalkannya dan tetap mendapat pahala berlipat ketika tidur siang dibulan puasa. Namun, ada syarat yang sangat penting yang harus kita penuhi, yakni harus dengan niat yang benar, lillahi ta'ala. Karena hanya dengan niat yang benar ini tidur kita bisa dicatat sebagai ibadah.
Sebetulnya tidak hanya tidur, amalan mubah yang lainpun bisa mendatangkan pahala jika diniatkan karena Allah SWT. Misalnya, makan, jalan subuh, dan berhias. Semua itu akan mendatangkan pahala yang besar jika diniatkan ingin mendapatkan ridho Allah dan dimulai dengan membaca bismillah. Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan,
“Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).”
Ibnu Rajab pun menerangkan hal yang sama,
“Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.” (Latho-if Al Ma’arif, 279-280)
Jadi, intinya, semua tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya bermalas-malasan dengan tidur seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tentu saja tidur seperti inilah yang bernilai ibadah.
Hal lain yang tak kalah penting yang harus kita perhatikan adalah, cukup tidur, bukan banyak tidur. Karena tidak banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa kita raih jika waktu puasa kita hanya kita isi dengan tidur saja. Karena dengan begini kita telah kehilangan banyak kesempatan beramal.
Baca juga : 6 Kondisi Kita Boleh Menceritakan Aib Seseorang
Nah, yang terakhir, karena tidur dengan niat yang benar itu kita lakukan pada bulan penuh berkah, Ramadhan, maka tentu saja ini tetap dilipatgandakan pahalanya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah,
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Thursday, May 19, 2016
Batalkah Wudhu Orang yang Tertidur?
Sangat banyak pengetahuan yang bisa kita dapatkan jika kita rajin mendengarkan khutbah Jumat, ceramah, wirid, majelis ta'lim, kuliah subuh, atau siraman rohani. Tidak hanya ilmu agama saja, tapi setengahnya juga adalah ilmu pengetahuan umum tentang dunia.
Namun, tidak semua materi ceramah yang disampaikan oleh dai di atas podium itu menarik bagi kita. Beberapa diantaranya ada juga yang sudah sangat lazim kita dengar, sehingga rasa ketertarikan itu menjadi berkurang. Apalagi jika dai yang menyampaikan materi tersebut kurang lihai berceramah. Maka akan banyak jamaah yang tertidur sambil menunduk.
Tentu saja hal ini sangat buruk dilakukan. Dalam sebuah riwayat dari dari Ibnu Aun, bahwa Muhammad bin Sirin (ulama tabiin) menceritakan bahwa, “Mereka (para sahabat) sangat membenci orang yang tidur ketika imam sedang berkhutbah. Mereka mencela dengan celaan yang keras.”
Namun, tidak semua materi ceramah yang disampaikan oleh dai di atas podium itu menarik bagi kita. Beberapa diantaranya ada juga yang sudah sangat lazim kita dengar, sehingga rasa ketertarikan itu menjadi berkurang. Apalagi jika dai yang menyampaikan materi tersebut kurang lihai berceramah. Maka akan banyak jamaah yang tertidur sambil menunduk.
Tentu saja hal ini sangat buruk dilakukan. Dalam sebuah riwayat dari dari Ibnu Aun, bahwa Muhammad bin Sirin (ulama tabiin) menceritakan bahwa, “Mereka (para sahabat) sangat membenci orang yang tidur ketika imam sedang berkhutbah. Mereka mencela dengan celaan yang keras.”
Baca juga : Bolehkah Berwudhu Dimulai dari Kaki? Ini Penjelasannya
Rasulullah SAW mengajarkan adab ketika Jumatan, agar makmum bisa konsentrasi mendengarkan khutbah. Diantaranya, melalui sebuah hadist dari Muadz bin Jabal r.a. yang mengatakan bahwa, " Rasul SAW melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi). Hal ini dikarenakan orang yang duduk dalam posisi seperti gampang sekali diserang kantuk.
Namun, kadang-kadang rasa kantuk sulit untuk ditolak. Kita berusaha keras untuk tetap bisa fokus pada materi ceramah tapi pada akhirnya kita tertidur juga dalam keadaan duduk. Nah, dari sini muncul pertanyaan, batalkah wudhu kita jika kita tertidur? Apakah kita perlu mengambil wudhu lagi sebelum melaksanakan shalat?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat pendapat para ulama madzhab empat, sebagai berikut:
1. Semua tidur membatalkan wudhu kecuali tidur sebentar.
Ini meruapakan madzhab Hambali. Batasan yang digunakan Hambali pada ukuran.
2. Tidur bisa membatalkan kecuali jika tidur yang dilakukan dengan posisi duduk tenang.
Ini merupakan pendapat Syafiiyah. Sementara Daud Ad-Dzahiri mengatakan bahwa tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur terlentang.
3. Semua tidur membatalkan wudhu, kecuali tidur yang dilakukan ketika shalat.
Ini merupakan pendapat Hanafiyah. Batasan yang ditetapkan dalam madzhab Syafii, Hanafi, dan Daud Ad-Dzahiri kembali pada bentuk tidur.
Rasulullah SAW mengajarkan adab ketika Jumatan, agar makmum bisa konsentrasi mendengarkan khutbah. Diantaranya, melalui sebuah hadist dari Muadz bin Jabal r.a. yang mengatakan bahwa, " Rasul SAW melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi). Hal ini dikarenakan orang yang duduk dalam posisi seperti gampang sekali diserang kantuk.
Namun, kadang-kadang rasa kantuk sulit untuk ditolak. Kita berusaha keras untuk tetap bisa fokus pada materi ceramah tapi pada akhirnya kita tertidur juga dalam keadaan duduk. Nah, dari sini muncul pertanyaan, batalkah wudhu kita jika kita tertidur? Apakah kita perlu mengambil wudhu lagi sebelum melaksanakan shalat?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat pendapat para ulama madzhab empat, sebagai berikut:
1. Semua tidur membatalkan wudhu kecuali tidur sebentar.
Ini meruapakan madzhab Hambali. Batasan yang digunakan Hambali pada ukuran.
2. Tidur bisa membatalkan kecuali jika tidur yang dilakukan dengan posisi duduk tenang.
Ini merupakan pendapat Syafiiyah. Sementara Daud Ad-Dzahiri mengatakan bahwa tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur terlentang.
3. Semua tidur membatalkan wudhu, kecuali tidur yang dilakukan ketika shalat.
Ini merupakan pendapat Hanafiyah. Batasan yang ditetapkan dalam madzhab Syafii, Hanafi, dan Daud Ad-Dzahiri kembali pada bentuk tidur.
Baca juga : Doa Nabi Ibrahim Dikabulkan Allah Setelah 3000 Tahun
4. Tidur merupakan madzannah hadats (peluang terjadinya hadats). Karena itu, selama orang tidur masih bisa menyadari apa yang terjadi pada dirinya maka wudhunya tidak batal. Namun jika orang yang tidur tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya, maka wudhunya batal.
4. Tidur merupakan madzannah hadats (peluang terjadinya hadats). Karena itu, selama orang tidur masih bisa menyadari apa yang terjadi pada dirinya maka wudhunya tidak batal. Namun jika orang yang tidur tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya, maka wudhunya batal.
Inilah pendapat madzhab Malikiyah menurut riwayat yang masyhur, dan yang dipilih oleh Syaikhul islam Ibn Taimiyah dan Ibn Utsaimin.
Mereka berbeda pendapat dalam menentukan rincian dan batasan antara yang membatalkan dan yang tidak membatalkan. Perbedaan ini bersumber dari perbedaan dalam menentukan sebab mengapa tidur bisa membatalkan wudhu. Ada yang melihat ukurannnya, ada yang mengacu pada bentuknya, dan ada yang memperhatikan makna tidur itu sendiri.
Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat Malikiyah, merinci antara tidur pembatal wudhu dan tidur yang bukan pembatal wudhu dengan kembali pada makna tidur itu sendiri.
Mereka berbeda pendapat dalam menentukan rincian dan batasan antara yang membatalkan dan yang tidak membatalkan. Perbedaan ini bersumber dari perbedaan dalam menentukan sebab mengapa tidur bisa membatalkan wudhu. Ada yang melihat ukurannnya, ada yang mengacu pada bentuknya, dan ada yang memperhatikan makna tidur itu sendiri.
Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat Malikiyah, merinci antara tidur pembatal wudhu dan tidur yang bukan pembatal wudhu dengan kembali pada makna tidur itu sendiri.
Baca juga : Batalkah Wudhu Orang yang Melihat Aurat Lawan Jenis?
Hadis Anas bin Malik, dimana para sahabat menunggu shalat Isya sampai tertidur. Ketika mendengar iqamah langsung mereka shalat tanpa mengulang wudhu. Hal dipahami sebagai kondisi tidur yang masih menyadari apa yang terjadi pada diri mereka. Sementara hadist Shafwan bin Asal yang menyebutkan bahwa tidur adalah pembatal wudhu dipahami untuk tidur yang tidak bisa merasakan apa yang terjadi pada dirinya. Sehingga ketika terjadi hadas, orang ini tidak merasakan sama sekali.
Wallahu a'lam bishawab!
Hadis Anas bin Malik, dimana para sahabat menunggu shalat Isya sampai tertidur. Ketika mendengar iqamah langsung mereka shalat tanpa mengulang wudhu. Hal dipahami sebagai kondisi tidur yang masih menyadari apa yang terjadi pada diri mereka. Sementara hadist Shafwan bin Asal yang menyebutkan bahwa tidur adalah pembatal wudhu dipahami untuk tidur yang tidak bisa merasakan apa yang terjadi pada dirinya. Sehingga ketika terjadi hadas, orang ini tidak merasakan sama sekali.
Wallahu a'lam bishawab!
Bolehkah Kita Membawa Smartphone yang Ada Aplikasi Alquran ke Dalam Toilet?
Kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk menginstal berbagai aplikasi ke dalam satu perangkat yang bisa di bawa kemana-mana. Hal ini sangat membantu dan memudahkan kita jika sedang membutuhkan data yang kita inginkan. Cukup hanya dengan membuka ponsel data yang kita inginkan bisa kita dapatkan.
Salah satu aplikasi yang paling banyak diinstall di dalam smartphone adalah Alquran digital. Khususnya yang dimiliki oleh seorang muslim. Hampir bisa dipastikan Alquran digital sudah terinstall di dalam smartphone miliknya.
Namun, ada satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pengguna smartphone musli, "Bolehkah saya membawa smartphone yang ada aplikasi Alquran digital ke dalam toilet?"
Salah satu aplikasi yang paling banyak diinstall di dalam smartphone adalah Alquran digital. Khususnya yang dimiliki oleh seorang muslim. Hampir bisa dipastikan Alquran digital sudah terinstall di dalam smartphone miliknya.
Namun, ada satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pengguna smartphone musli, "Bolehkah saya membawa smartphone yang ada aplikasi Alquran digital ke dalam toilet?"
Baca juga : Batalkah Wudhu Orang yang Melihat Aurat Lawan Jenis?
Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita melihat hukum membawa Alquran ke dalam toilet. Para ulama sepakat bahwa Alquran harus dimuliakan, mengingat merupakan tulisan yang berisi mukjizat terbesar, yaitu firman Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita melihat hukum membawa Alquran ke dalam toilet. Para ulama sepakat bahwa Alquran harus dimuliakan, mengingat merupakan tulisan yang berisi mukjizat terbesar, yaitu firman Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al Hajj : 32).
Salah satu wujud memuliakan Alquran adalah dengan tidak membolehkan orang yang berhadas untuk menyentuhnya, selain juga tidak membolehkan untuk membawanya masuk ke dalam toilet.
Realitanya, kebanyakan dari kita jika pergi ke toilet untuk buang hajat tidak pernah meninggalkan smartphone di luar. Bahkan, jika ingin membuang hajat besar salah satu barang yang paling kita cari untuk dibawa masuk ke dalam toilet adalah smartphone. Dengan maksud ingin bermain games selama kita menunaikan panggilan alam ini.
Perbedaan Alquran digital dengan mushaf Alquran
Alquran digital hanya akan menampilkan ayat-ayat suci Alquran jika kita mengaktifkan aplikasinya. Jika tidak diaktifkan tentu saja ayat-ayat suci itu tidak tampil. Ini berbeda dengan mushaf yang secara keseluruhan lembarannya berisi ayat-ayat suci.
Baca juga : Rajin Shalat Tapi Rajin Pula Maksiat. Mengapa Bisa Begitu?
Sejalan dengan itu, Alquran digital terinstall di dalam sebuah perangkat bersama dengan aplikasi lainnya. Jadi, alat ini bukanlah semata-mata berisi Alquran saja. Sebuah benda yang tak pantas untuk disucikan. Jika kita ingin membaca Alquran di dalamnya kita tak pernah mencium smartphone tersebut sebelum ataupun sesudah membacanya sebagai wujud kita memuliakannya. Sedangkan mushaf Alquran sebaliknya, karena kita memuliakannya.
Maka dalam hal ini, kita boleh membawa smartphone yang sudah terinstall Alquran digital di dalamnya, asalkan kita tidak mengaktifkan aplikasi tersebut. Akan lebih bagus lagi jika kita berkenan menonaktifkannya.
Lalu, bagaimana dengan memori yang tersimpan di dalamnya? Bukankah ada ayat-ayat Al-Quran dalam bentuk digital?
Jawabnya sederhana saja. Seorang penghafal Alquranpun dibolehkan masuk ke dalam toilet meskipun di dalam kepalanya ada memori data-data Al-Quran. Dia tak perlu melapaskan kepalanya agar bisa masuk ke dalam toilet. Yang penting dia tidak melapalkan hafalannya itu di dalam toilet.
Jadi kesimpulannya, tidak ada larangan seseorang membawa smartphone yang telah diinstall aplikasi Alquran digital ke dalam toilet asalkan aplikasi itu tidak diaktifkannya ketika membuang hajat. Wallahualam bissawab.
Sejalan dengan itu, Alquran digital terinstall di dalam sebuah perangkat bersama dengan aplikasi lainnya. Jadi, alat ini bukanlah semata-mata berisi Alquran saja. Sebuah benda yang tak pantas untuk disucikan. Jika kita ingin membaca Alquran di dalamnya kita tak pernah mencium smartphone tersebut sebelum ataupun sesudah membacanya sebagai wujud kita memuliakannya. Sedangkan mushaf Alquran sebaliknya, karena kita memuliakannya.
Maka dalam hal ini, kita boleh membawa smartphone yang sudah terinstall Alquran digital di dalamnya, asalkan kita tidak mengaktifkan aplikasi tersebut. Akan lebih bagus lagi jika kita berkenan menonaktifkannya.
Lalu, bagaimana dengan memori yang tersimpan di dalamnya? Bukankah ada ayat-ayat Al-Quran dalam bentuk digital?
Jawabnya sederhana saja. Seorang penghafal Alquranpun dibolehkan masuk ke dalam toilet meskipun di dalam kepalanya ada memori data-data Al-Quran. Dia tak perlu melapaskan kepalanya agar bisa masuk ke dalam toilet. Yang penting dia tidak melapalkan hafalannya itu di dalam toilet.
Jadi kesimpulannya, tidak ada larangan seseorang membawa smartphone yang telah diinstall aplikasi Alquran digital ke dalam toilet asalkan aplikasi itu tidak diaktifkannya ketika membuang hajat. Wallahualam bissawab.
Baca juga : Korupsi dan Mencuri Sama Sekali Tak Menambah Rezeki
Jika Sahabat kurang berkenan dengan uraian penulis, ada baiknya Sahabat bertanya kepada orang yang berilmu agama. Mudah-mudahan Sahabat mendapat penjelasan yang lebih tepat, amin ya Rabbal alamin.
Jika Sahabat kurang berkenan dengan uraian penulis, ada baiknya Sahabat bertanya kepada orang yang berilmu agama. Mudah-mudahan Sahabat mendapat penjelasan yang lebih tepat, amin ya Rabbal alamin.
Wednesday, May 18, 2016
Hukum orang yang BAB/BAK menghadap Kiblat
Ka'bah merupakan tempat suci yang menjadi kiblat umat muslim dari seluruh dunia. Ketika kita melaksanakan shalat kita menghadap kesana bukan bermaksud untuk menyembahnya, tapi itu menjadi tempat meeting point atau pusat tempat menghadap ketika kita melaksanakan shalat. Ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi,
“Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah : 144).
Di sisi lain, seluruh umat manusia di bumi ini setiap hari buang hajat, baik itu buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK). Khusus untuk umat muslim nabi kita melarang kita BAB/BAK menghadap kiblat. Larangan ini seperti perkataan beliau di dalam hadist, "Janganlah kalian menghadap kiblat ketika buang air besar atau kecil, dan jangan membelakanginya, akan tetapi hendaklah kalian menghadap ke timur atau ke barat (karena pada saat itu Nabi shallallahu alaihi wasallam berada di sebelah utara Masjidil Haram).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Di dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda yg artinya: "Jika salah seorang dari kamu duduk untuk membuang hajatnya, janganlah ia menghadap atau membelakangi kiblat." (HR. Muslim).
Namun di dalam hadist berikutnya, hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang mengatakan, “Aku pernah menaiki rumah Hafshoh karena ada sebagian keperluanku. Lantas aku melihat Rasulullah buang hajat dengan membelakangi kiblat dan menghadap Syam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada dalil lainnya dalam kitab Sunan, dari Jabir bin Abdullah ia berkata bahwa Rasulullah SAW melarang menghadap kiblat ketika kencing, namun aku melihat setahun sebelum beliau wafat, beliau menghadapnya (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Syaikh Al Albani).
Baca juga : Tips Mampu Berangkat Haji Pada Usia 35 Tahun
Dari sini timbul perbedaan pendapat para ulama. Diantaranya:
1. Tidak dibolehkan baik di dalam bangunan atau di luar bangunan. Inilah pendapat Abu Ayyub Al Anshori, Mujahid, An Nakho’i, Ats Tsauri, Abu Tsaur, Ahmad dalam salah satu pendapatnya.
2. Dibolehkan di dalam bangunan maupun di luar bangunan. Inilah pendapat Robi’ah, guru dari Imam Malik.
3. Diharamkan di luar bangunan, bukan di dalam bangunan. Inilah pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.
4. Tidak boleh menghadap di dalam atau di luar bangunan, namun boleh membelakanginya di dalam maupun di luar bangunan. Ini salah satu pendapat dari Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.
5. Hukumnya hanyalah makruh dan menjadi pendapat Hadawiyah.
6. Boleh membelakangi dalam bangunan saja dan inilah yang jadi pegangan Abu Yusuf.
7. Dilarang secara mutlak termasuk pula pada Baitul Maqdis, sebagaimana pendapat Ibnu Siirin.
8. Pengharaman hanya khusus penduduk Madinah dan yang searah dengan mereka, demikian pendapat Abu ‘Awanah, murid dari Al Muzani.
Namun, dari semua pendapat di atas ada pendapat yang lebih kuat dan lebih tepat, dalam masalah ini sebagaimana yang dianut oleh madzhab Syafi’i, yaitu tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat ketika berada di luar bangunan, namun tidak terlarang di dalam bangunan yang ada penghalang (pembatas). Pendapat ini didukung tiga dalil di atas dan hasil kompromi (poin nomor 4).
Dari sini timbul perbedaan pendapat para ulama. Diantaranya:
1. Tidak dibolehkan baik di dalam bangunan atau di luar bangunan. Inilah pendapat Abu Ayyub Al Anshori, Mujahid, An Nakho’i, Ats Tsauri, Abu Tsaur, Ahmad dalam salah satu pendapatnya.
2. Dibolehkan di dalam bangunan maupun di luar bangunan. Inilah pendapat Robi’ah, guru dari Imam Malik.
3. Diharamkan di luar bangunan, bukan di dalam bangunan. Inilah pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya.
4. Tidak boleh menghadap di dalam atau di luar bangunan, namun boleh membelakanginya di dalam maupun di luar bangunan. Ini salah satu pendapat dari Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.
5. Hukumnya hanyalah makruh dan menjadi pendapat Hadawiyah.
6. Boleh membelakangi dalam bangunan saja dan inilah yang jadi pegangan Abu Yusuf.
7. Dilarang secara mutlak termasuk pula pada Baitul Maqdis, sebagaimana pendapat Ibnu Siirin.
8. Pengharaman hanya khusus penduduk Madinah dan yang searah dengan mereka, demikian pendapat Abu ‘Awanah, murid dari Al Muzani.
Namun, dari semua pendapat di atas ada pendapat yang lebih kuat dan lebih tepat, dalam masalah ini sebagaimana yang dianut oleh madzhab Syafi’i, yaitu tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat ketika berada di luar bangunan, namun tidak terlarang di dalam bangunan yang ada penghalang (pembatas). Pendapat ini didukung tiga dalil di atas dan hasil kompromi (poin nomor 4).
Baca juga : Batalkah Wudhu Orang yang Melihat Aurat Lawan Jenis?
Jadi kesimpulannya, buang hajat dengan menghadap ke arah kiblat, apalagi di dalam bangunan dengan ruangan tertutup hukumnya boleh. Sedangkan buang hajat di tempat terbuka atau di tanah lapang dengan menghadap kiblat atau membelakanginya hukumnya dilarang.
Jadi kesimpulannya, buang hajat dengan menghadap ke arah kiblat, apalagi di dalam bangunan dengan ruangan tertutup hukumnya boleh. Sedangkan buang hajat di tempat terbuka atau di tanah lapang dengan menghadap kiblat atau membelakanginya hukumnya dilarang.
Monday, May 16, 2016
Batalkah Wudhu Orang yang Melihat Aurat Lawan Jenis?
Seorang muslim, sebelum dia mengerjakan shalat maka wajib baginya untuk berwudhu - atau bertayamum, dalam beberapa kondisi. Tidak sah shalat seseorang yang tidak berwudhu terlebih dahulu. Ingatlah selalu bahwa Allah itu suci dan Dia sangat menyukai kesucian.
Berwudhu yaitu membasuh beberapa bagian tubuh tertentu dengan cara mencucinya dengan air. Tata cara berwudhu sudah diterangkan Allah dalam surat Almaidah ayat 6 yang berbunyi,
Berwudhu yaitu membasuh beberapa bagian tubuh tertentu dengan cara mencucinya dengan air. Tata cara berwudhu sudah diterangkan Allah dalam surat Almaidah ayat 6 yang berbunyi,
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."
Pada umumnya seorang muslim sudah tahu tata cara berwudhu ketika dia masih sangat kecil. Jadi, disini penulis tidak akan menjelaskan tentang itu lagi.
Baca juga : Bolehkah Berwudhu Dimulai dari Kaki? Ini Penjelasannya
Namun, ada satu hal yang sangat sering ditanyakan, "Batalkah wudhu seseorang yang melihat aurat lawan jenis?"
Realitanya, kadang-kadang setelah kita berwudhu kita masih menyempat-sempatkan diri duduk di depan komputer sebelum melaksanakan shalat. Pada saat itu, secara sengaja atau tak sengaja kita melihat beberapa photo yang mempertontonkan aurat lawan jenis yang berpakaian sangat minim. Apakah kita wajib berwudhu kembali atau tidak?
Mari kita bahas pertanyaan ini dengan saksama. Pertama, dengan melihat hal-hal yang membatalkan wudhu yang telah disepakati ulama dengan suara bulat, yaitu:
1. Sesuatu yang keluar dari depan dan/atau belakang. Misalnya, kencing, madzi, m4ni, kentut, dan/atau kotoran .
2. Tidur pulas yang menjadikan orang yang tertidur tidak menyadari bahwa ia berhadats. Tapi, bila tidurnya ringan, di mana ia bisa merasakan bila ia berhadats maka ketika itu wudhunya tidaklah batal.
3. Memakan daging unta, baik itu unta betina atau jantan maka batallah wudhunya. Baik daging itu dimakan dalam keadaan mentah atau matang.
Namun, ada satu hal yang sangat sering ditanyakan, "Batalkah wudhu seseorang yang melihat aurat lawan jenis?"
Realitanya, kadang-kadang setelah kita berwudhu kita masih menyempat-sempatkan diri duduk di depan komputer sebelum melaksanakan shalat. Pada saat itu, secara sengaja atau tak sengaja kita melihat beberapa photo yang mempertontonkan aurat lawan jenis yang berpakaian sangat minim. Apakah kita wajib berwudhu kembali atau tidak?
Mari kita bahas pertanyaan ini dengan saksama. Pertama, dengan melihat hal-hal yang membatalkan wudhu yang telah disepakati ulama dengan suara bulat, yaitu:
1. Sesuatu yang keluar dari depan dan/atau belakang. Misalnya, kencing, madzi, m4ni, kentut, dan/atau kotoran .
2. Tidur pulas yang menjadikan orang yang tertidur tidak menyadari bahwa ia berhadats. Tapi, bila tidurnya ringan, di mana ia bisa merasakan bila ia berhadats maka ketika itu wudhunya tidaklah batal.
3. Memakan daging unta, baik itu unta betina atau jantan maka batallah wudhunya. Baik daging itu dimakan dalam keadaan mentah atau matang.
Baca juga : 8 Manfaat Mandi Sebelum Subuh
Hal-hal di atas sudah disepakati ulama akan membatal wudhu. Tapi, ada juga beberapa hal yang masih menjadi pertentangan. Misalnya:
1. Menyentuh lawan jenis
2. Muntah
3. Keluar darah dari tubuh.
Nah, dari semua hal yang membatalkan wudhu di atas, baik yang telah disepakati atau yang masih menjadi pertentangan, tidak ada satu poin pun yang menyatakan bahwa melihat aurat lawan jenis itu membatalkan wudhu. Seandainya, jika dengan melihat aurat lawan jenis itu menyebabkan keluarnya air mazi atau m4ni, maka batallah wudhu orang tersebut. Tapi yang membatalkannya bukanlah karena melihat aurat, tapi karena telah keluar mazi atau m4ni.
Hal-hal di atas sudah disepakati ulama akan membatal wudhu. Tapi, ada juga beberapa hal yang masih menjadi pertentangan. Misalnya:
1. Menyentuh lawan jenis
2. Muntah
3. Keluar darah dari tubuh.
Nah, dari semua hal yang membatalkan wudhu di atas, baik yang telah disepakati atau yang masih menjadi pertentangan, tidak ada satu poin pun yang menyatakan bahwa melihat aurat lawan jenis itu membatalkan wudhu. Seandainya, jika dengan melihat aurat lawan jenis itu menyebabkan keluarnya air mazi atau m4ni, maka batallah wudhu orang tersebut. Tapi yang membatalkannya bukanlah karena melihat aurat, tapi karena telah keluar mazi atau m4ni.
Baca juga : 6 Kondisi Kita Boleh Menceritakan Aib Seseorang
Meskipun begitu, melihat aurat lawan jenis dengan sengaja adalah perbuatan haram dan berdosa. Sangat disayangkan bila orang yang telah berwudhu sengaja melihat hal-hal yang diharamkan. Sebab ia kembali mengotori matanya dengan melakukan zina mata. Padahal sebelumnya dosa dari matanya telah berguguran bersamaan dengan wudhu. Wallahualam bisawab!
Meskipun begitu, melihat aurat lawan jenis dengan sengaja adalah perbuatan haram dan berdosa. Sangat disayangkan bila orang yang telah berwudhu sengaja melihat hal-hal yang diharamkan. Sebab ia kembali mengotori matanya dengan melakukan zina mata. Padahal sebelumnya dosa dari matanya telah berguguran bersamaan dengan wudhu. Wallahualam bisawab!
Tuesday, April 19, 2016
Doa Nabi Ibrahim Dikabulkan Allah Setelah 3000 Tahun
Berdoa hukumnya sunnat, namun sangat dianjurkan. Kita dianggap orang yang sombong jika tidak berdoa. Dan tidaklah masuk surga seseorang jika di dalam hatinya ada terbersit sedikit rasa sombong. Memintalah, dengan cara berdoa kepada-Nya dengan ikhlas, insya Allah akan dikabulkannya. Karena Allah malu mengabaikan doa orang yang ikhlas.
Semua makhluk Allah berdoa. Tidak terkecuali malaikat, rasul, nabi, presiden, orang biasa, tumbuhan, dan hewan. Hal ini memang yang diinginkan Allah SWT. Dia ingin agar semua makhluk-Nya bergantung hanya kepada-Nya.
Semua makhluk Allah berdoa. Tidak terkecuali malaikat, rasul, nabi, presiden, orang biasa, tumbuhan, dan hewan. Hal ini memang yang diinginkan Allah SWT. Dia ingin agar semua makhluk-Nya bergantung hanya kepada-Nya.
Semua doa yang datang dari hati yang ikhlas pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tak peduli apakah dia seorang taat atau orang yang ingkar, seorang raja yang penuh kehormatan atau seorang budak yang hina. Yang penting doa itu datang dari hati yang paling dalam, dengan penuh harap, dan ikhlas. Insya Allah akan dimakbulkan. Itulah yang harus kita garis bawahi.
Namun, ada beberapa hal yang harus kita ingat, bahwa kadang-kadang Allah tidak mengabulkan persis seperti apa yang kita minta. Tapi dia menukarkan dengan sesuatu yang lebih baik. Kadang-kadang juga Dia menunda mengabulkan doa hamba-Nya karena mungkin menurut penilaian-Nya pada saat itu belum saat yang tepat doa itu dikabulkan.
Hal ini tidak hanya berlaku kepada kita yang awam ini. Namun, juga berlaku kepada rasul kesayangan-Nya, Ibrahim AS. Nabi Ibrahim AS pernah berdoa,
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (Albaqarah:126)
Apakah Allah langsung mengabulkan doa dari nabi yang bergelar Khalilullah (kesayangan Allah) ini? Ternyata tidak, Sahabat Populer.
Allah tidak mengabulkan doa nabi kesayangannya itu hingga beliau wafat. Tidak juga pada masa anak-anaknya, Ismail AS dan Ishak AS. Tapi pada masa Rasulullah Muhammad SAW dan sesudahnya.
Kita bisa melihat betapa kayanya negeri Nabi Ibrahim (Arab) sekarang. Tak ada penduduknya yang kekurangan makanan dan buah-buahan. Tidak juga ada jemaah haji dan jamaah umrah yang datang dalam jumlah puluhan juta itu yang kekurangan makanan dan buah-buahan. Padahal, kita semua tahu betapa tandus dan gersangnya tanah Arab. Di sana sini hanya padang pasir tanpa pepohonan merimbun. Bisakah logika kita mencerna hal yang tak masuk akal seperti ini? Tapi begitulah adanya, Allah telah menjadikan negeri Arab negeri diberkati, aman, dan sentosa.
Bila tiba waktu shalat, para pedagang langsung meninggalkan toko dan kiosnya tanpa mengemasi dagangannya terlebih dahulu. Ini indikator kuat yang menjadi pertanda betapa amannya di sana. Persis seperti apa yang didoakan Nabi Ibrahim, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa."
Nah Sahabat Populer, jika doa nabi kesayangan Allah saja baru dikabulkan setelah 3000 tahun, apakah kita pantas mendesak Allah untuk mempercepat terkabulnya doa-doa kita? Bersabarlah! Allah pasti akan mengabulkannya pada saat yang tepat. Inysa Allah!
Catatan:
Nabi Ibrahim lahir sekitar 1997-1822 SM.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)

























